Posted on

keping hati

Beberapa kematian telah melewatiku. Dan aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orang orang yang selama ini begitu hebatnya ,begitu dekatnya. Kehilangan pelukan, kehilangan wejangan, kehilangan kata dan kehilangan suara.Seperti mennggengam debu lalu kau membiarkannya lepas terbawa angin, masih kau rasakan bagaimana rasanya debu di genggaman. Serasa Sendiri didunia ini, padahal sebenarnya kita tidak benar benar sendiri. Tuhan selalu berada bersama kita. tapi aku tak kuasa…menahan rinduku dan haruku…….
Aku pulang Ibu…mungkin aku takbisa menggantikan ayah sudah sekian puluh tahun mendampingimu. Tapi aku ingin menemanimu, paling tidak mengobati rasa rindumu kepada Ayah. Ibuku patah hati karena Ayah telah berpulang terlebih dahulu. dan aku tidak ingin membuatnya semakin patah hati dan jatuh. akan kulalukan apapun untukmu ibu..mungkin aku tak bisa menyatukan keping keping hatimu lagi tapi paling tidak aku membuat keping hatimu tak semakin berserakan.

Advertisement

About cibeng

Hidupku penuh wanrna karena aku lahh yang akan melukisk kehidupanku..memberinya wanrna dan mebiarkan tangan Sang Kekasih mmembantuku tuk mebuat warna itu menjadi lebih hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s